Musrenbang Kecamatan Karossa 2020

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah (Mateng) gelar musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk tahun anggaran 2021 dengan tema, ‘pemeliharaan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat’, berlangsung di halaman kantor Kecamatan Karossa di Desa Karossa, Kaupaten Mateng, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (4/3/2020). Sambutan Camat Karossa, Lukman mengatakan, kami di Kecamatan Karossa sudah melakukan Musrenbang desa, dari hasil Musrenbang yang kami laksanakan pada tingkat desa masih sangat kekurangan di bidang infrastruktur. “Di Kecamatan Karossa kami sudah ada pemadam kebakaran (Damkar) dan ini juga menjadi kenyamanan masyarakat untuk saling menjaga ketertiban,” kata Lukman. Menurut dia, hari ini kita melaksanakan Musrenbang untuk mengajak apa yang menjadi hasil Musrenbang yang di sepakati di desa agar dapat kita sampaikan kepada kabupaten. “Jangan ada tertinggal untuk kita sampaikan kepada kabupaten, semoga usulan yang kita sampaikan dapat kita realisasikan, paling tidak program prioritas yang paling kita butuhkan atau mendesak saat ini,” tutur Lukman. Selanjutnya Kepala Bappeda Mateng, Ishaq Yunus menjelaskan, pendekatan rencana pembangunan daerah yang berorientasi pada proses yaitu menggunakan pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, atas bawah dan bawah atas, sementara perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada substansi menggunakan pendekatan holistik tematik, integratif dan spesial. “Sedangkan prioritas pembangunan yang akan kita laksanakan diharapkan pada penguatan kapasitas penanganan gangguan keamanan, ketertiban dan ketentraman, konflik sosial, penguatan ketahanan pangan daerah, penataan ruang serta pengelolaan lingkungan,” jelas Ishaq. Untuk itu, kata dia, melalui Musrembang ini, kita mengharapkan agar menghasilkan daftar usulan program kegiatan yang dapat menjawab permasalahan pembangunan yang ada di masyarakat. “Kepada OPD lingkup Pemkab Mateng, agar dapat menerima dengan apa yang menjadi usulan desa yang akan menjadi prioritas pembangunan di wilayah kecamatan Karossa,” kata Ishaq. Sementara Ketua DPRD Mateng, Arsal Aras menyampaikan, kewajiban-kewajiban kita mengenai pajak yang besarannya 10%, kita harus bagaimana mensosialisasikan dan mengimplementasikannya kepada masyarakat, inilah menjadi tugas kita bersama. “Terkait dengan inovasi, kalau kita ingin mau belanja kalau itu-itu saja itu berarti tidak ada inovasi. Untuk itu, desa harus dituntun mampu berinovasi, kita jangan hanya mampu membelanjakan dana, tetapi kita harus bagaimana untuk mendapatkan pendapatan dana melalui inovasi yang kita kembangkan,” papar Arsal. Ia menyebutkan, jangan pernah takut untuk menggunakan dana desa (DD) untuk melakukan pembangunan di desa kita masing-masing, sehingga DD itu dapat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat kita khususnya di daerah Kabupaten Mateng. “Terkait dengan kesehatan, saat ini penyakit yang viral adalah penyebaran virus corona. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar dapat melakukan pencegahan serta rutin memeriksakan kesehatan kita di pusat-pusat kesehatan yang ada untuk mengantisipasi penyakit tersebut,” sebut Arsal. Ditempatt yang sama, Asisten I Sekretariat Dearah (Setda) Kabupaten Mateng Anwar Nasir mengatakan, arah kebijakan diprioritaskan pada 3 K, penguatan kapasitas penanganan gangguan dan konflik sosial, penguatan ketahan pangan daerah, penataan ruang dan pengelolaan lingkungan. “Diharapkan apa yang kita akan bicarakan sudah melalui pembicaraan yang matang dengan seluruh masyarakat yang ada di desanya masing-masing, sehingga kita tidak salah dalam menetapkan kebijakan pemerintah yang ada di kabupaten untuk menentukan apa yang akan dibangun di desa tersebut. Semoga dengan musrembang ini dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat kita untuk pembangunan yang lebih baik lagi kedepannya,”